informasi menjadi sumber daya utama bagi suatu organisasi?Karena tanpa informasi maka tidak akan ada organisasi. Informasi melalui komunikasi menjadi perekat bagi suatu organisasi sehingga organisasi tersebut bisa bersatu. Melihat peran yang begitu penting bagi suatu organisasi maka informasi, sebagaimana sumber daya lainnya, harus dikelola dengan
baik.
Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Senin, 31 Oktober 2011
Sabtu, 28 Mei 2011
Sebelum memulai bisnis internet
"Jangan pernah coba-coba ikutan bisnis di internet!"
Ya...jangan pernah coba-coba..
Atau uang anda akan melayang.
Sekarang begitu banyak web yang menawarkan uang yang instan. Menjanjikan kekayaan yang begitu mudah didapat, dan juga segala macam janji yang muluk-muluk untuk memikat calon pembeli atau anggota.
Sebentar lagi anda akan mendapatkan langkah apa yang harus anda lakukan. Baca terus lanjutkan...
Saudara yang terhormat, pernahkan anda mendengar ataupun membaca diinternet kata kata seperti ini :"Langkah mudah menciptakan uang dari internet, Cara sederhana mengalirkan uang ke rekening anda!, Langkah teruji mendapatkan uang dari internet, Kaya dengan mudah melalui internet dan lain sebaginya." Bagaimana menurut anda?
Benarkan internet begitu menjanjikan banyak uang untuk anda, dengan mudah lagi!
Jika pertanyaan anda sama dengan diatas, maka jawabnya adalah ya!....memang internet dapat menjanjikan penghasilan tambahan untuk anda. Internet menyembunyikan ribuan bahkan ratusan ribu cara untuk mendapatkan uang dari internet.
Ribuan bahkan jutaan website yang menawarkan kekayaan instant kepada user internet. Sedangkan di Indonesia masih belum sebanyak luar negeri yang menawarkan hal semacam ini. Tapi anda harus hati-hati, Indonesia sudah terkenal dengan kejahatan internet (cyber crime). Sudah begitu banyak kasus yang terjadi, sebuah website menawarkan iming-iming penghasilan uang yang berlimpah dengan tujuan untuk menjaring banyak orang ikut dan ketika sudah banyak orang yang tergabung website itu tidak memenuhi janjinya dan lalu..menghilang tidak bisa diakses..
Waduh...saya jadi takut ikutan bisnis di internet, saya harus bagaimana dong?
Tenang...tenang ...anda tidak perlu takut atau kuatir. Karena sebentar lagi anda akan mengetahui langkah apa yang harus anda lakukan...
Langkah pertama adalah....
Pilihlah website bisnis yang terpercaya dan sudah mempunyai track record yang bagus. Sudah banyak di Indonesia pengusaha internet yang kredibilitasnya tidak perlu diragukan. Dengan banyaknya orang yang membuktikan akan kebenaran internet menghasilkan uang, kemudian orang-orang inilah yang benar-benar menjaga kredibilitasnya. Mereka sangat menjauhi bisnis yang tidak jelas ataupun melakukan penipuan karena hal ini akan berakibat fatal pada kelanjutan bisnisnya di masa yang akan datang. Sebab bagi mereka internet adalah tambang emas. Tapi...saya tidak tahu bagaimana cara melihat web ini atau orang ini kredibel apa tidak?...Baiklah.. jika anda masih bingung dan ragu baca langkah selanjutnya...
Langkah kedua adalah....
Jika misalnya anda tertarik untuk mengikuti bisnis di website A, mintalah referensi dari orang-orang yang telah membuktikan kebenaran dan juga merasakan manfaat dari mengikuti bisnis itu. Tanyalah pada teman atau saudara anda yang telah mengikuti bisnis itu. Bagaimana sistemnya, bagaimana pembagian untungnya dan lain sebagainya..tanya saja, kalau memang bisnisnya aman mereka pasti akan menceritakan manfaat dari ikut bisnis tersebut. Di Internet anda harus hati-hati, jangan mudah percaya dengan orang yang baru anda kenal, atau bahkan orang tidak anda kenal menawarkan suatu bisnis kepada anda. Syukur kalau orang yang menawarkan bisnis kepada anda adalah orang yang jujur dan baik-baik, tapi kalau tidak? Kepada siapa anda harus mengadu..he..he..
Langkah ketiga adalah....
Jika misalnya..anda sangat tertarik ingin mendapatkan uang dari internet, tapi anda masih bingung menentukan web mana yang anda pilih. Web A menawarkan keuntungan yang bagus, Web B sangat menjanjikan dan web C juga. Tapi mana yang aman untuk investasi? Dan kebetulan juga anda, teman dan saudara anda tidak mempunyai referensi orang yang telah mengikuti bisnis yang anda minati. Jika anda masih bimbang dan ragu langsung datang saja ke Bisnisinternetindonesia.com. Dan pilih kategori Rekomendasi. Dalam kategori 'Rekomendasi' itu kami merekomendasikan situs mana saja yang baik dan aman untuk menginvestasikan uang anda. Dan yang paling penting, Kami tidak sembarangan melakukan rekomendasi kepada anda. Sebelumnya kami akan melakukan penelitian awal kepada website tersebut sebelum kami rekomendasikan kepada anda. Apakah situs ini aman apa tidak, apakah pemiliknya serius apa tidak dalam mengelola
Ya...jangan pernah coba-coba..
Atau uang anda akan melayang.
Sekarang begitu banyak web yang menawarkan uang yang instan. Menjanjikan kekayaan yang begitu mudah didapat, dan juga segala macam janji yang muluk-muluk untuk memikat calon pembeli atau anggota.
Sebentar lagi anda akan mendapatkan langkah apa yang harus anda lakukan. Baca terus lanjutkan...
Saudara yang terhormat, pernahkan anda mendengar ataupun membaca diinternet kata kata seperti ini :"Langkah mudah menciptakan uang dari internet, Cara sederhana mengalirkan uang ke rekening anda!, Langkah teruji mendapatkan uang dari internet, Kaya dengan mudah melalui internet dan lain sebaginya." Bagaimana menurut anda?
Benarkan internet begitu menjanjikan banyak uang untuk anda, dengan mudah lagi!
Jika pertanyaan anda sama dengan diatas, maka jawabnya adalah ya!....memang internet dapat menjanjikan penghasilan tambahan untuk anda. Internet menyembunyikan ribuan bahkan ratusan ribu cara untuk mendapatkan uang dari internet.
Ribuan bahkan jutaan website yang menawarkan kekayaan instant kepada user internet. Sedangkan di Indonesia masih belum sebanyak luar negeri yang menawarkan hal semacam ini. Tapi anda harus hati-hati, Indonesia sudah terkenal dengan kejahatan internet (cyber crime). Sudah begitu banyak kasus yang terjadi, sebuah website menawarkan iming-iming penghasilan uang yang berlimpah dengan tujuan untuk menjaring banyak orang ikut dan ketika sudah banyak orang yang tergabung website itu tidak memenuhi janjinya dan lalu..menghilang tidak bisa diakses..
Waduh...saya jadi takut ikutan bisnis di internet, saya harus bagaimana dong?
Tenang...tenang ...anda tidak perlu takut atau kuatir. Karena sebentar lagi anda akan mengetahui langkah apa yang harus anda lakukan...
Langkah pertama adalah....
Pilihlah website bisnis yang terpercaya dan sudah mempunyai track record yang bagus. Sudah banyak di Indonesia pengusaha internet yang kredibilitasnya tidak perlu diragukan. Dengan banyaknya orang yang membuktikan akan kebenaran internet menghasilkan uang, kemudian orang-orang inilah yang benar-benar menjaga kredibilitasnya. Mereka sangat menjauhi bisnis yang tidak jelas ataupun melakukan penipuan karena hal ini akan berakibat fatal pada kelanjutan bisnisnya di masa yang akan datang. Sebab bagi mereka internet adalah tambang emas. Tapi...saya tidak tahu bagaimana cara melihat web ini atau orang ini kredibel apa tidak?...Baiklah.. jika anda masih bingung dan ragu baca langkah selanjutnya...
Langkah kedua adalah....
Jika misalnya anda tertarik untuk mengikuti bisnis di website A, mintalah referensi dari orang-orang yang telah membuktikan kebenaran dan juga merasakan manfaat dari mengikuti bisnis itu. Tanyalah pada teman atau saudara anda yang telah mengikuti bisnis itu. Bagaimana sistemnya, bagaimana pembagian untungnya dan lain sebagainya..tanya saja, kalau memang bisnisnya aman mereka pasti akan menceritakan manfaat dari ikut bisnis tersebut. Di Internet anda harus hati-hati, jangan mudah percaya dengan orang yang baru anda kenal, atau bahkan orang tidak anda kenal menawarkan suatu bisnis kepada anda. Syukur kalau orang yang menawarkan bisnis kepada anda adalah orang yang jujur dan baik-baik, tapi kalau tidak? Kepada siapa anda harus mengadu..he..he..
Langkah ketiga adalah....
Jika misalnya..anda sangat tertarik ingin mendapatkan uang dari internet, tapi anda masih bingung menentukan web mana yang anda pilih. Web A menawarkan keuntungan yang bagus, Web B sangat menjanjikan dan web C juga. Tapi mana yang aman untuk investasi? Dan kebetulan juga anda, teman dan saudara anda tidak mempunyai referensi orang yang telah mengikuti bisnis yang anda minati. Jika anda masih bimbang dan ragu langsung datang saja ke Bisnisinternetindonesia.com. Dan pilih kategori Rekomendasi. Dalam kategori 'Rekomendasi' itu kami merekomendasikan situs mana saja yang baik dan aman untuk menginvestasikan uang anda. Dan yang paling penting, Kami tidak sembarangan melakukan rekomendasi kepada anda. Sebelumnya kami akan melakukan penelitian awal kepada website tersebut sebelum kami rekomendasikan kepada anda. Apakah situs ini aman apa tidak, apakah pemiliknya serius apa tidak dalam mengelola
Kiat Sukses wirausaha
Usaha atau bisnis di masa sekarang ini harus mampu bersaing dengan bisnis atau organisasi lainnya dalam pasar tertentu menurut standar persaingan dunia dalam segala aktivitas, departeman dan pelayanan. Criteria persaingan itu mencakup praktik dan kehebatan dari perangkat untuk transpormasi perusahaan seperti pekerjaan yang fleksibel, standar penilaian, managemen kualitas dan lain sebagainya. Proses perubahan dalam suatu organisasi kelas dunia dilakukan dengan cara yang menguntungkan karyawan dan organisasi.
Bisnis yang dijalankan harus selalu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan yang tidak terhindarkan, hal ini perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis atau wirausaha yang kita jalankan dalam menghadapi persaingan global.
Adapun kiat untuk mengembangkan wirausaha dalam menghadapi persaingan global, yaitu:
a.Menyusun Strategi
Strategi merupakan langkah, taktik atau tindakan yang harus ada dalam sebuah organisasi. Suatu organisasi yang ingin bersaing dengan kelas dunia, tentunya organisasi itu harus memiliki sebuah managemen yang bagus, baik, operasi yang lebih baik terutama terhadap pelayanan, kemudian memiliki produk yang berkualitas tinggi dan baik dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat, komunikasi dan informasi yang jelas.
Suatu strategi dalam perusahaan atau organisasi merupakan suatu jawaban untuk sebuah pertanyaan kunci seperti:
> Apakah saluran dan alairan komunikasi anda mencukupi?
> Apakah karyawan anda mempunyai banyak keahlian?
> Apakah karyawan anda fleksibel dan ingin menyesuaikan diri?
> Apakah ada rencana untuk memonitor kepuasan konsumen secara regular?
> Sudahkah anda mengidentifikasi proses bisnis yang telah ditetapkan dan dipahami?
> Apakah etika untuk berfokus pada konsumen atau kualitas ditekankan dalam organisasi
> Apakah kualitas dan reabilitas produk dan layanan diukur?
> Apakah dilakukan review atau peningkatan performa diutamakan?
> Apakah setiap orang diberitahu mengenai hasil dan pekembangan organisasi?
> Apakah terdapat keterbukaan dalam mendorong dan meningkatkan kreativitas dan inovasi?
Jika jawaban dari semua pertanyaan kunci tersebut adalah afirmatif, maka anda mempunyai strategi perusahaan yang baik untuk bersaing dalam bisnis kelas dunia.
b.Identifikasi kapabilitas
Dari analisis mengenai lingkungan eksternal anda, berikan kesimpulan kapabilitas utama dari organisasi anda. Kemudian pertimbangkan pengaruh luar saat mengembangkan strategi untuk bisnis anda
Kapabilitas utama itu mencakup: kapasitas penelitian/inovasi, perencanaan dan control financial, kapabilitas sumber daya manusia, keahlian pemasaran dan administrasi, pengetahuan ten tang produk dan keahlian dalam pelayanan.
Saat menganalisa kapabilitas, tentukan poin mana yang memerlukan perhatian dan sumber daya lebih dalam perkembangannya.
c.Identifikasi pengaruh eksternal
Hal penting yang harus dilakukan dalam mengidentifikasi pengaruh eksternal yaitu mempertimbangkan pengaruh lingkungan luar, yang menentukan respon yang baik mengenai bisnis anda. Kemudian pengaruh atau faktor yang berbeda, yang berupa faktor ekonomi, faktor teknologi lingkungan, kecenderungan supplier dan demografi dan yang lebih penting adalah menemukan area kelemahan anda.
d.Analisa posisi terhadap competitor
Untuk menganalisa posisi organisasi anda terhadap competitor, hal yang pertama sekali yang harus anda lakukan adalah mencari informasi yang jelas tentang pasar, kemudian ukurlah posisi organisasi anda. Untuk mengukur dan menganalisa posisi competitor, anda harus mengenal tentang: Keunggulan produk anda, Harganya, Ketersediaan, Pelayanan kepada pelanggan, kebijakan untuk perkembangan berkesinambungan dan kondisi pasar.
Kemudian berilah penilaian posisi anda dimata konsumen dalam arti bahwa bagaimana persepsi konsumen terhadap organisasi anda jika dibandingkan dengan kompotitor anda.
e.Menetapkan visi
Visi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan organisasi, suatu visi itu harus jelas dalam kalimat yang singkat, padat, tidak ambigu.
f.Menetapkan target menantang
Untuk menetapkan target bagi diri sendiri dan suatu organisasi anda harus melihat dari berbagai sudut pandang. Dan yang harus anda perhatikan jangan menetapkan target yang mudah untuk dicapai, hal itu akan membahayakan, anda cenderung bersantai dan cepat merasa puas, sehingga menghilangkan semangat untuk maju.
g.Proses penilaian
Proses penilaian bertujuan untuk memantau secara terus menerus apa yang sedang terjadi dan melaporkan perkembangan secara regular dan berkesinambungan. Akan tetapi penilaian itu harus bersifat koheren dengan tujuan memberikan pelayanan yang baik atau memuaskan kepada konsumen, kualitas dari suatu produk.
h.Prosedur laporan yang sederhana
i.Mengkomunikasikan perkembangan
j.Revisi target
Bisnis yang dijalankan harus selalu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan yang tidak terhindarkan, hal ini perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis atau wirausaha yang kita jalankan dalam menghadapi persaingan global.
Adapun kiat untuk mengembangkan wirausaha dalam menghadapi persaingan global, yaitu:
a.Menyusun Strategi
Strategi merupakan langkah, taktik atau tindakan yang harus ada dalam sebuah organisasi. Suatu organisasi yang ingin bersaing dengan kelas dunia, tentunya organisasi itu harus memiliki sebuah managemen yang bagus, baik, operasi yang lebih baik terutama terhadap pelayanan, kemudian memiliki produk yang berkualitas tinggi dan baik dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat, komunikasi dan informasi yang jelas.
Suatu strategi dalam perusahaan atau organisasi merupakan suatu jawaban untuk sebuah pertanyaan kunci seperti:
> Apakah saluran dan alairan komunikasi anda mencukupi?
> Apakah karyawan anda mempunyai banyak keahlian?
> Apakah karyawan anda fleksibel dan ingin menyesuaikan diri?
> Apakah ada rencana untuk memonitor kepuasan konsumen secara regular?
> Sudahkah anda mengidentifikasi proses bisnis yang telah ditetapkan dan dipahami?
> Apakah etika untuk berfokus pada konsumen atau kualitas ditekankan dalam organisasi
> Apakah kualitas dan reabilitas produk dan layanan diukur?
> Apakah dilakukan review atau peningkatan performa diutamakan?
> Apakah setiap orang diberitahu mengenai hasil dan pekembangan organisasi?
> Apakah terdapat keterbukaan dalam mendorong dan meningkatkan kreativitas dan inovasi?
Jika jawaban dari semua pertanyaan kunci tersebut adalah afirmatif, maka anda mempunyai strategi perusahaan yang baik untuk bersaing dalam bisnis kelas dunia.
b.Identifikasi kapabilitas
Dari analisis mengenai lingkungan eksternal anda, berikan kesimpulan kapabilitas utama dari organisasi anda. Kemudian pertimbangkan pengaruh luar saat mengembangkan strategi untuk bisnis anda
Kapabilitas utama itu mencakup: kapasitas penelitian/inovasi, perencanaan dan control financial, kapabilitas sumber daya manusia, keahlian pemasaran dan administrasi, pengetahuan ten tang produk dan keahlian dalam pelayanan.
Saat menganalisa kapabilitas, tentukan poin mana yang memerlukan perhatian dan sumber daya lebih dalam perkembangannya.
c.Identifikasi pengaruh eksternal
Hal penting yang harus dilakukan dalam mengidentifikasi pengaruh eksternal yaitu mempertimbangkan pengaruh lingkungan luar, yang menentukan respon yang baik mengenai bisnis anda. Kemudian pengaruh atau faktor yang berbeda, yang berupa faktor ekonomi, faktor teknologi lingkungan, kecenderungan supplier dan demografi dan yang lebih penting adalah menemukan area kelemahan anda.
d.Analisa posisi terhadap competitor
Untuk menganalisa posisi organisasi anda terhadap competitor, hal yang pertama sekali yang harus anda lakukan adalah mencari informasi yang jelas tentang pasar, kemudian ukurlah posisi organisasi anda. Untuk mengukur dan menganalisa posisi competitor, anda harus mengenal tentang: Keunggulan produk anda, Harganya, Ketersediaan, Pelayanan kepada pelanggan, kebijakan untuk perkembangan berkesinambungan dan kondisi pasar.
Kemudian berilah penilaian posisi anda dimata konsumen dalam arti bahwa bagaimana persepsi konsumen terhadap organisasi anda jika dibandingkan dengan kompotitor anda.
e.Menetapkan visi
Visi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan organisasi, suatu visi itu harus jelas dalam kalimat yang singkat, padat, tidak ambigu.
f.Menetapkan target menantang
Untuk menetapkan target bagi diri sendiri dan suatu organisasi anda harus melihat dari berbagai sudut pandang. Dan yang harus anda perhatikan jangan menetapkan target yang mudah untuk dicapai, hal itu akan membahayakan, anda cenderung bersantai dan cepat merasa puas, sehingga menghilangkan semangat untuk maju.
g.Proses penilaian
Proses penilaian bertujuan untuk memantau secara terus menerus apa yang sedang terjadi dan melaporkan perkembangan secara regular dan berkesinambungan. Akan tetapi penilaian itu harus bersifat koheren dengan tujuan memberikan pelayanan yang baik atau memuaskan kepada konsumen, kualitas dari suatu produk.
h.Prosedur laporan yang sederhana
i.Mengkomunikasikan perkembangan
j.Revisi target
kiat menjadi pemimpin yg baik
Setiap orang yang memimpin haruslah menjadi pemimpin yang baik dan
efektif, bukan asal tampil sebagai pemimpin. Pemimpin baik dan efektif
akan bisa memberdayakan orang lain.
Menjadi pemimpin yang baik dan efektif bukanlah takdir, tetapi hasil
dari belajar, berlatih, dan introspeksi tanpa henti. Pemimpin yang
mengejar posisi dan kekuasaan semata, tidak mengindahkan opini orang
lain, akan "berakhir".
Apakah seseorang sudah terlahir sebagai pemimpin atau pemimpin bisa
diciptakan?
Seperti kata John Maxwell (salah satu pakar kepemimpinan global),
semua orang punya potensi menjadi pemimpin, yang berbeda adalah
derajat bakat. Namun, potensi itu harus dikembangkan. Maka lembaga
seperti Trisewu Leadership Institute (pengundangRed) diperlukan. Di
negara berkembang banyak yang punya potensi, namun tidak punya
kesempatan untuk pengembangan. Karena itu saya dengan senang hati
datang ke sini untuk mendorong pelatihan kepemimpinan.
Pemimpin yang berkiprah di dunia adalah mereka yang ingin menjadi
pemimpin. Mereka berlatih dan mempraktikkan kepemimpinan. Mereka maju,
berkampanye, dan mengatakan ingin melayani dan kemudian memengaruhi
orang untuk memilih mereka.
Persoalannya, begitu terpilih semua janji dilupakan. Mereka kemudian
sibuk sendiri dan melayani kepentingan sendiri. Mereka terbenam dalam
kelemahan manusia, di mana seorang yang makin kuat, makin makmur,
cenderung menginginkan kekuatan dan kemakmuran yang lebih. Mereka
tidak pernah puas.
Maka dari itu, kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan diraih.
Belajarlah dan raihlah! Anda bisa meraih kepemimpinan jika rakyat
melihat Anda sebagai pemimpin yang bekerja demi kebaikan banyak orang.
Jadilah juga sebagai seorang pemimpin yang terus bertanya pada diri
sendiri, apa hal terbaik yang bisa dilakukan.
Kepemimpinan yang efektif menuntut seseorang untuk tidak menggunakan
kekuasaan demi kehormatan dan keagungan pribadi. Mereka seharusnya
mengutamakan kekuatan pribadi (personal power), bukan kekuasaan
sebagai posisi (positional power).
Personal power merujuk pada kemampuan berhubungan, berurusan, dan
memengaruhi rakyat untuk tujuan dan arah yang baik. Jika Anda hanya
memanfaatkan dan memanipulasi rakyat, nasib Anda akan berakhir.
Pemimpin yang baik harus jujur, tulus, dan berjiwa mulia. Pemimpin
yang baik tidak memanfaatkan atau memanipulasi rakyat untuk
kepentingan sendiri. Inilah dua faktor yang kontras soal kekuasaan,
antara positional power dan personal power.
Apa ciri-ciri utama pemimpin yang baik?
Saya sering bertanya pada banyak orang, apa karakter yang ingin mereka
lihat dari pemimpin? Secara spontan mereka berkata ingin melihat
kejujuran, kredibilitas, dan integritas. Jika Anda dipercaya mereka
akan rela mengikuti pengarahan. Inilah kepemimpinan yang punya
karakter. Saya ingin menambahkan bahwa mereka tidak hanya ingin
pemimpin yang jujur, tetapi juga pemimpin yang peduli, memiliki ciri
sebagai pelayan. Ini dianut oleh banyak pemimpin sekarang ini.
Pemimpin seperti itu punya kekuatan.
Ciri lain yang harus dimiliki pemimpin adalah dia harus punya visi dan
misi yang kemudian dicocokkan dengan kultur yang berlaku di
lingkungannya. Pemimpin harus punya kompetensi dan pengetahuan memberi
arah dan petunjuk jelas soal hal visi dan misi. Pemimpin yang tidak
punya pikiran jelas akan membuat rakyat bingung, bahkan membuat
situasi kacau-balau. Rakyat akan bertanya-tanya harus berbuat apa.
Kejelasan pengarahan sangat diperlukan, bahkan termasuk dalam situasi
tidak jelas sekalipun. Kini kita hidup di dunia yang berubah cepat,
juga sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Dalam perubahan yang
cepat itu, pemimpin harus tetap mampu memberi arahan.
Pemimpin juga harus punya komitmen pada pelaksanaan visi dan misi,
memiliki semangat untuk bersikap, dan bertindak. Banyak pemimpin yang
tidak memiliki semangat dan keberanian karena tidak punya komitmen
pada visi dan misi karena takut.
efektif, bukan asal tampil sebagai pemimpin. Pemimpin baik dan efektif
akan bisa memberdayakan orang lain.
Menjadi pemimpin yang baik dan efektif bukanlah takdir, tetapi hasil
dari belajar, berlatih, dan introspeksi tanpa henti. Pemimpin yang
mengejar posisi dan kekuasaan semata, tidak mengindahkan opini orang
lain, akan "berakhir".
Apakah seseorang sudah terlahir sebagai pemimpin atau pemimpin bisa
diciptakan?
Seperti kata John Maxwell (salah satu pakar kepemimpinan global),
semua orang punya potensi menjadi pemimpin, yang berbeda adalah
derajat bakat. Namun, potensi itu harus dikembangkan. Maka lembaga
seperti Trisewu Leadership Institute (pengundangRed) diperlukan. Di
negara berkembang banyak yang punya potensi, namun tidak punya
kesempatan untuk pengembangan. Karena itu saya dengan senang hati
datang ke sini untuk mendorong pelatihan kepemimpinan.
Pemimpin yang berkiprah di dunia adalah mereka yang ingin menjadi
pemimpin. Mereka berlatih dan mempraktikkan kepemimpinan. Mereka maju,
berkampanye, dan mengatakan ingin melayani dan kemudian memengaruhi
orang untuk memilih mereka.
Persoalannya, begitu terpilih semua janji dilupakan. Mereka kemudian
sibuk sendiri dan melayani kepentingan sendiri. Mereka terbenam dalam
kelemahan manusia, di mana seorang yang makin kuat, makin makmur,
cenderung menginginkan kekuatan dan kemakmuran yang lebih. Mereka
tidak pernah puas.
Maka dari itu, kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan diraih.
Belajarlah dan raihlah! Anda bisa meraih kepemimpinan jika rakyat
melihat Anda sebagai pemimpin yang bekerja demi kebaikan banyak orang.
Jadilah juga sebagai seorang pemimpin yang terus bertanya pada diri
sendiri, apa hal terbaik yang bisa dilakukan.
Kepemimpinan yang efektif menuntut seseorang untuk tidak menggunakan
kekuasaan demi kehormatan dan keagungan pribadi. Mereka seharusnya
mengutamakan kekuatan pribadi (personal power), bukan kekuasaan
sebagai posisi (positional power).
Personal power merujuk pada kemampuan berhubungan, berurusan, dan
memengaruhi rakyat untuk tujuan dan arah yang baik. Jika Anda hanya
memanfaatkan dan memanipulasi rakyat, nasib Anda akan berakhir.
Pemimpin yang baik harus jujur, tulus, dan berjiwa mulia. Pemimpin
yang baik tidak memanfaatkan atau memanipulasi rakyat untuk
kepentingan sendiri. Inilah dua faktor yang kontras soal kekuasaan,
antara positional power dan personal power.
Apa ciri-ciri utama pemimpin yang baik?
Saya sering bertanya pada banyak orang, apa karakter yang ingin mereka
lihat dari pemimpin? Secara spontan mereka berkata ingin melihat
kejujuran, kredibilitas, dan integritas. Jika Anda dipercaya mereka
akan rela mengikuti pengarahan. Inilah kepemimpinan yang punya
karakter. Saya ingin menambahkan bahwa mereka tidak hanya ingin
pemimpin yang jujur, tetapi juga pemimpin yang peduli, memiliki ciri
sebagai pelayan. Ini dianut oleh banyak pemimpin sekarang ini.
Pemimpin seperti itu punya kekuatan.
Ciri lain yang harus dimiliki pemimpin adalah dia harus punya visi dan
misi yang kemudian dicocokkan dengan kultur yang berlaku di
lingkungannya. Pemimpin harus punya kompetensi dan pengetahuan memberi
arah dan petunjuk jelas soal hal visi dan misi. Pemimpin yang tidak
punya pikiran jelas akan membuat rakyat bingung, bahkan membuat
situasi kacau-balau. Rakyat akan bertanya-tanya harus berbuat apa.
Kejelasan pengarahan sangat diperlukan, bahkan termasuk dalam situasi
tidak jelas sekalipun. Kini kita hidup di dunia yang berubah cepat,
juga sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Dalam perubahan yang
cepat itu, pemimpin harus tetap mampu memberi arahan.
Pemimpin juga harus punya komitmen pada pelaksanaan visi dan misi,
memiliki semangat untuk bersikap, dan bertindak. Banyak pemimpin yang
tidak memiliki semangat dan keberanian karena tidak punya komitmen
pada visi dan misi karena takut.
Selasa, 24 Mei 2011
Kepemimpinan
Kepemimpinan
pengertian adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
tipe-tipe kepemimpinan :
1. tipe instruktif
2. tipe konsultatif
3. tipe partisipatif
Teori Kepemimpinan
Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok. Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain.
Genetic Theory
Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.
Traits theory
Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam:
- Kemampuan Intelektual
- Kematangan Pribadi
- Pendidikan
- Statuts Sosial Ekonomi
- Human Relation
- Motivasi Intrinsik
- Dorongan untuk maju
Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.
Behavioral Theory
Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.
a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire
Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.
b. Continuum of Leadership behavior.
Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez - faire dengan titik dengan demokratis.
c. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership - Leadership style matrix.
Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas.
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.
Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.
d. The Managerial Grid
Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan.
Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.
Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain:
- Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait.
- Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan.
- Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari
- Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi
Situational Leadership
Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.
Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.
- Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.
- Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.
pengertian adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
tipe-tipe kepemimpinan :
1. tipe instruktif
2. tipe konsultatif
3. tipe partisipatif
Teori Kepemimpinan
Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok. Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain.
Genetic Theory
Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.
Traits theory
Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam:
- Kemampuan Intelektual
- Kematangan Pribadi
- Pendidikan
- Statuts Sosial Ekonomi
- Human Relation
- Motivasi Intrinsik
- Dorongan untuk maju
Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.
Behavioral Theory
Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.
a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire
Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.
b. Continuum of Leadership behavior.
Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez - faire dengan titik dengan demokratis.
c. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership - Leadership style matrix.
Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas.
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.
Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.
d. The Managerial Grid
Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan.
Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.
Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain:
- Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait.
- Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan.
- Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari
- Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi
Situational Leadership
Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.
Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.
- Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.
- Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.
Selasa, 19 April 2011
Dinamika Organisasi
DINAMIKA ORGANISASI
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Di dalam sebuah organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika dimana menuntut perhatian pengurus dan anggotanya. Dinamika organisasi yang harus dikelola secara cerdas dan konstruktif ialah terletak pada konflik yang sering timbul di suatu organisasi, karena dalam kenyataannya konflik tidak selamanya bersifat destruktif akan tetapi akan mampu meningkatkan produktifitas suatu organisasi apabila dapat di atasi dan dikelola dengan baik.
PENGERTIAN KONFLIK
Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalah-masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi. Karakteristik-karakteristik kepribadian tertentu, seperti otoriter atau dogmatis juga dapat menimbulkan konflik. Arti konflik banyak dikacaukan dengan banyaknya definisi dan konsepsi yang saling berbeda. Pada hakekatnya konfilk dapat didefinisikan sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan atau kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi.
JENIS-JENIS KONFLIK
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
Konflik dalam diri individu Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Konflik antar individu dalam organisasi yang sama karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
Konflik antar individu dan kelompok seringkali berhubungan dengan cara individumenghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja.
Konflik antar organisasi konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.
SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK
Setelah mengapa ada konflik, biasanya ada sumber-sumber yang menjadikan konflik tersebut muncul, secara umum biasanya terjadi karena tersebut dibawah ini:
Adanya aspirasi yang tidak ditampung.
Saling ketergantungan tugas.
Ketergantungan satu arah.
Ketidakpuasan, perasaan ketidakadilan.
Distorsi komunikasi.
Tidak ada pedoman.
Aturan yang kurang jelas.
Kurang transparannya beberapa hal.
MENGENDALIKAN KONFLIK
Konflik agar tidak mengarah ke destruksi harus bisa dikendalikan, antara lain dengan cara sebagai berikut:
Harus sering mengadakan musyawarah.
Adanya komunikasi dua arah yang enak dan luwes.
Memberi keadilan pada semua lini.
Transparan dalam semua hal.
Ada pedoman yang jelas.
Ada aturan yang jelas.
Semua aspirasi dianggap penting dan dikomunikasikan.
TEORI MOTIVASI
Motivasi dapat diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam diri manusia, yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasi kerja akan berpengaruh terhadap performansi pekerja.
Menurut Hilgard dan Atkinson, tidaklah mudah untuk menjelaskan motifasi sebab :
Pernyataan motif antar orang adalah tidak sama, budaya yang berbeda akan menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
Motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai prilaku yang tidak sama.
Motif yang tidak sama dapat diekspresikan melalui prilaku yang sama.
Motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk prilaku yang sulit dijelaskan.
Suatu ekspresi prilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.
Berikut ini dikemukakan huraian mengenai motif yang ada pada manusia sebagai factor pendorong dari prilaku manusia.
Motif Kekuasaan Merupakan kebutuhan manusia untuk memanipulasi manusia lain melalui keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Clelland menyimpulkan bahwa motif kekuasaan dapat berfifat negatif atau positif. Motif kekuasaan yang bersifat negatif berkaitan dengan kekuasaan seseorang. Sedangkan motif kekuasaan yang bersifat positif berkaitan dengan kekuasaan social (power yang dipergunakan untuk berpartisipasi dalam mencapai tujuan kelompok).
Motif Berprestasi Merupakan keinginan atau kehendak untuk menyelesaikan suatu tugas secara sempurna, atau sukses didalam situasi persaingan (Chelland). Menurut dia, setiap orang mempunyai kadar n Ach (needs for achievement) yang berlainan. Karakteristik seseorang yang mempunyai kadar n Ach yang tinggi (high achiever) adalah :1.Risiko moderat (Moderate Risks) adalah memilih suatu resiko secara moderat2.Umpan balik segera (Immediate Feedback) adalah cenderung memilih tugas yang segera dapat memberikan umpan balik mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan tujuan, cenderung memilih tugas-tugas yang mempunyai criteria performansi yang spesifik.3.Kesempurnaan (accomplishment) adalah senang dalam pekerjaan yang dapat memberikan kepuasaan pada dirinya.4.Pemilihan tugas adalah menyelesaikan pekerjaan yang telah di pilih secara tuntas dengan usaha maiksimum sesuai dengan kemampuannya.
Motif Untuk Bergabung Menurut Schachter motif untuk bergabung dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk berada bersama orang lain. Kesimpulan ini diperoleh oleh Schachter dari studinya yang mempelajari hubungan antara rasa takut dengan kebutuhan berafiliansi.
Motif Keamanan (Security Motive) Merupakan kebutuhan untuk melindungi diri dari hambatan atau gangguan yang akan mengancam keberadaannya. Di dalam sebuah perusahaan misalnya, salah satu cara untuk menjaga agar para karyawan merasa aman di hari tuanya kelak, adalah dengan memberikan jaminan hari tua, pesangon, asuransi, dan sebagainya.
Motif Status (Status Motive) Merupakan kebutuhan manusia untuk mencapai atau menduduki tingkatan tertentu di dalam sebuah kelompok, organisasi atau masyarakat. Parsons, seorang ahli sosiologi menyimpulkan adanya beberapa sumber status seseorang yaitu :
Keanggotaan di dalam sebuah keluarga. Misalnya, seorang anggota keluarga yang memperoleh status yang tinggi oleh karena keluarga tersebut mempunyai status yang tinggi di lingkungannya.
Kualitas perseorangan yang termasuk dalam kualitas perseorangan antara lain karakteristik fisik, usia, jenis kelamin, kepribadian.
Prestasi yang dicapai oleh seseorang dapat mempengaruhi statusnya. Misalnya, pekerja yang berpendidikan, berpengalaman, mempunyai gelar, dsb.
Aspek materi dapat mempengaruhi status seseorang di dalam lingkungannya. Misalnya, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
Kekuasaan dan kekuatan (Autoriry and Power). Dalam suatu organisasi, individu yang memiliki kekuasaan atau kewenangan yang formal akan memperoleh status yang lebih tinggi.
MOTIVASI/KESIMPULAN
Kebiasaan selama ini dimana konflik ditempatkan dalam destructive zone perlu direformasi kedalam dinamis zone. Konflik yang bersifat positif harus dimanage secara cerdas, tepat dan profesional. Sehingga ada peningkatan performance dan dinamika organisasi. Akhirnya konflik bisa didesign sebagai “mesin” dinamika organisasi Adanya konflik jangan dianggap sebagai suatu kemunduran tapi bisa dianggap sebagai dinamika organisasi dan juga agar organisasi tidak menjadi stagnan. Dan yang lebih penting lagi untuk belajar bersama dari adanya konflik tersebut, dengan konflik menjadikan anggota maju dalam berpikir, maju dalam wawasan, maju dalam wacana dan bisa menghargai beda pendapat. Dan yang terakhir agar organisasi bisa menjadi “hidup”. Pelaku konflik tidak dianggap sebagai musuh, pelaku konflik jangan dianggap sebagai perusak organisasi tapi harus ditempatkan sebagai motor dinamika organisasi.
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Di dalam sebuah organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika dimana menuntut perhatian pengurus dan anggotanya. Dinamika organisasi yang harus dikelola secara cerdas dan konstruktif ialah terletak pada konflik yang sering timbul di suatu organisasi, karena dalam kenyataannya konflik tidak selamanya bersifat destruktif akan tetapi akan mampu meningkatkan produktifitas suatu organisasi apabila dapat di atasi dan dikelola dengan baik.
PENGERTIAN KONFLIK
Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalah-masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi. Karakteristik-karakteristik kepribadian tertentu, seperti otoriter atau dogmatis juga dapat menimbulkan konflik. Arti konflik banyak dikacaukan dengan banyaknya definisi dan konsepsi yang saling berbeda. Pada hakekatnya konfilk dapat didefinisikan sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan atau kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi.
JENIS-JENIS KONFLIK
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
Konflik dalam diri individu Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Konflik antar individu dalam organisasi yang sama karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
Konflik antar individu dan kelompok seringkali berhubungan dengan cara individumenghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja.
Konflik antar organisasi konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.
SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK
Setelah mengapa ada konflik, biasanya ada sumber-sumber yang menjadikan konflik tersebut muncul, secara umum biasanya terjadi karena tersebut dibawah ini:
Adanya aspirasi yang tidak ditampung.
Saling ketergantungan tugas.
Ketergantungan satu arah.
Ketidakpuasan, perasaan ketidakadilan.
Distorsi komunikasi.
Tidak ada pedoman.
Aturan yang kurang jelas.
Kurang transparannya beberapa hal.
MENGENDALIKAN KONFLIK
Konflik agar tidak mengarah ke destruksi harus bisa dikendalikan, antara lain dengan cara sebagai berikut:
Harus sering mengadakan musyawarah.
Adanya komunikasi dua arah yang enak dan luwes.
Memberi keadilan pada semua lini.
Transparan dalam semua hal.
Ada pedoman yang jelas.
Ada aturan yang jelas.
Semua aspirasi dianggap penting dan dikomunikasikan.
TEORI MOTIVASI
Motivasi dapat diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam diri manusia, yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasi kerja akan berpengaruh terhadap performansi pekerja.
Menurut Hilgard dan Atkinson, tidaklah mudah untuk menjelaskan motifasi sebab :
Pernyataan motif antar orang adalah tidak sama, budaya yang berbeda akan menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
Motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai prilaku yang tidak sama.
Motif yang tidak sama dapat diekspresikan melalui prilaku yang sama.
Motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk prilaku yang sulit dijelaskan.
Suatu ekspresi prilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.
Berikut ini dikemukakan huraian mengenai motif yang ada pada manusia sebagai factor pendorong dari prilaku manusia.
Motif Kekuasaan Merupakan kebutuhan manusia untuk memanipulasi manusia lain melalui keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Clelland menyimpulkan bahwa motif kekuasaan dapat berfifat negatif atau positif. Motif kekuasaan yang bersifat negatif berkaitan dengan kekuasaan seseorang. Sedangkan motif kekuasaan yang bersifat positif berkaitan dengan kekuasaan social (power yang dipergunakan untuk berpartisipasi dalam mencapai tujuan kelompok).
Motif Berprestasi Merupakan keinginan atau kehendak untuk menyelesaikan suatu tugas secara sempurna, atau sukses didalam situasi persaingan (Chelland). Menurut dia, setiap orang mempunyai kadar n Ach (needs for achievement) yang berlainan. Karakteristik seseorang yang mempunyai kadar n Ach yang tinggi (high achiever) adalah :1.Risiko moderat (Moderate Risks) adalah memilih suatu resiko secara moderat2.Umpan balik segera (Immediate Feedback) adalah cenderung memilih tugas yang segera dapat memberikan umpan balik mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan tujuan, cenderung memilih tugas-tugas yang mempunyai criteria performansi yang spesifik.3.Kesempurnaan (accomplishment) adalah senang dalam pekerjaan yang dapat memberikan kepuasaan pada dirinya.4.Pemilihan tugas adalah menyelesaikan pekerjaan yang telah di pilih secara tuntas dengan usaha maiksimum sesuai dengan kemampuannya.
Motif Untuk Bergabung Menurut Schachter motif untuk bergabung dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk berada bersama orang lain. Kesimpulan ini diperoleh oleh Schachter dari studinya yang mempelajari hubungan antara rasa takut dengan kebutuhan berafiliansi.
Motif Keamanan (Security Motive) Merupakan kebutuhan untuk melindungi diri dari hambatan atau gangguan yang akan mengancam keberadaannya. Di dalam sebuah perusahaan misalnya, salah satu cara untuk menjaga agar para karyawan merasa aman di hari tuanya kelak, adalah dengan memberikan jaminan hari tua, pesangon, asuransi, dan sebagainya.
Motif Status (Status Motive) Merupakan kebutuhan manusia untuk mencapai atau menduduki tingkatan tertentu di dalam sebuah kelompok, organisasi atau masyarakat. Parsons, seorang ahli sosiologi menyimpulkan adanya beberapa sumber status seseorang yaitu :
Keanggotaan di dalam sebuah keluarga. Misalnya, seorang anggota keluarga yang memperoleh status yang tinggi oleh karena keluarga tersebut mempunyai status yang tinggi di lingkungannya.
Kualitas perseorangan yang termasuk dalam kualitas perseorangan antara lain karakteristik fisik, usia, jenis kelamin, kepribadian.
Prestasi yang dicapai oleh seseorang dapat mempengaruhi statusnya. Misalnya, pekerja yang berpendidikan, berpengalaman, mempunyai gelar, dsb.
Aspek materi dapat mempengaruhi status seseorang di dalam lingkungannya. Misalnya, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
Kekuasaan dan kekuatan (Autoriry and Power). Dalam suatu organisasi, individu yang memiliki kekuasaan atau kewenangan yang formal akan memperoleh status yang lebih tinggi.
MOTIVASI/KESIMPULAN
Kebiasaan selama ini dimana konflik ditempatkan dalam destructive zone perlu direformasi kedalam dinamis zone. Konflik yang bersifat positif harus dimanage secara cerdas, tepat dan profesional. Sehingga ada peningkatan performance dan dinamika organisasi. Akhirnya konflik bisa didesign sebagai “mesin” dinamika organisasi Adanya konflik jangan dianggap sebagai suatu kemunduran tapi bisa dianggap sebagai dinamika organisasi dan juga agar organisasi tidak menjadi stagnan. Dan yang lebih penting lagi untuk belajar bersama dari adanya konflik tersebut, dengan konflik menjadikan anggota maju dalam berpikir, maju dalam wawasan, maju dalam wacana dan bisa menghargai beda pendapat. Dan yang terakhir agar organisasi bisa menjadi “hidup”. Pelaku konflik tidak dianggap sebagai musuh, pelaku konflik jangan dianggap sebagai perusak organisasi tapi harus ditempatkan sebagai motor dinamika organisasi.
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”. Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
Dalam melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:
1. Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
3. Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.
sumber : herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id/.../komunikasi-dalam-organisasi.doc
sumber : herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id/.../komunikasi-dalam-organisasi.doc
Langganan:
Postingan (Atom)